Minggu, 18 Desember 2011

Pedang Damascus : Pedang Terbaik di Dunia

Pedang Terbaik di dunia
Tahun 1192.  Richard yang Berhati Singa(Lion Heart), raja Inggris yang memimpin
tentara Kristen dalam  Perang Salib III, bertemu dengan musuh bebuyutannya, pemimpin muslim Salahuddin  al-Ayyubi. Kedua pemimpin ini saling menghormati. Kedua pemimpin yang kemudian  menjadi legenda itu, demikian Sir Walter Scott mendramatisasi dalam novel The  Talisman, memamerkan senjata masing-masing.
-
Richard mengeluarkan  pedang lebar mengkilap buatan pandai besi terbaik Kepulauan
Inggris. Salahuddin  menghunus pedang kesayangannya. Pedang lengkung buatan pandai besi di Damaskus yang  tidak mengkilap. kemudian Richard memapas sebuah kotak dari besi hingga putus dan Shallahudin Al Ayubi kemudian melepaskan kain sutra halus hingga terbang dan jatuh di permukaan Pedang Lengkung Damaskus dan kemudian sutra tersebut putus karena sangat tajamnya pedang.(Kisah Logam, buku saku terbitan Pustaka Ladybird)

A carbon nanotube
Pedang ini diteliti oleh para ahli metalurgi sudah memakai teknologi NANO tanpa diketahui oleh pandai besi Damaskus sendiri, karena zaman tsb iptek belum semaju sekarang.
Pedang Damaskus dibuat dari baja(ukku=india, wootz=english) yang diimport dari tambang-tambang bijih di India. Teknologi pembuatan pedang ini telah punah di abad ke 18 dikarenakan cara pembuatan yang hanya diketahui secara turun temurun dari keluarga pandai besi di Damaskus.

Para ahli metalurgi bertanya-tanya  bagaimana para pandai besi di Damaskus bisa membuat pedang sekuat dan setajam itu. Soal  struktur logam di dalamnya juga menjadi pertanyaan besar.

Baru pada zaman  sekarang jawabannya ditemukan di Jerman. Para pandai besi di Damaskus itu, secara tidak  sadar, menerapkan teknologi nano saat membuat pedang untuk Sholahuddin. Untuk  mengingatkan, nanotube itu bahan yang 100 kali lebih kuat daripada baja.  Tidak aneh jika pedang Damaskus begitu kuat.
Peter Paufler,  crystallographer di Universitas Teknik Dresden, Jerman, menemukan kawat  nano dan nanotube saat meneliti pedang Damaskus yang berusia empat abad  dengan mikroskop elektron. “Ini temuan nanotube pertama di baja,”kata  Paufler.

Serat nanotube itu menjelujur di seluruh badan pedang  yang terbuat dari baja. Akibatnya, baja itu seperti mendapat tulang tambahan  yang 100 kali lebih kuat. “Ini prinsip umum alam,” kata Paufler. “Zat yang lebih lunak bisa diperkuat dengan menambah kawat yang kuat.”

http://bukitbarisan.wordpress.com/2010/06/13/pedang-legenda-shallahuddin-al-ayubi-damascus-sabre/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar